Pembalasan Bangsa Burung
Virus flu burung kembali menghantui kita lagi. Beberapa korban telah jatuh. Sebenarnya yang menghantui bukan hanya burung hantu, tapi seluruh bangsa burung dan unggas.
Salah siapa? Mungkin salah kita. Seperti yang digambarkan oleh komik di bawah ini:

Lalu bagaimana dengan para vegetarian yang bukan pemakan daging (burung/ayam), bagaimana dengan orang-orang yang memenjarakan burung pun tidak (seperti saya), yang tidak punya kegemaran menyabung ayam (seperti saya)? Apakah adil jika orang-orang yang termasuk dalam kategori “tidak” di atas ikut merasa dihantui oleh virus flu burung?
Atau mungkin ini semua salah Nabi Nuh. Kalau saja beliau tidak mengangsu bangsa burung dalam bahteranya…

Sudahlah. Tidak baik menyalahkan orang yang sudah meninggal, yang tidak lagi bisa membela diri. Apalagi seorang Nabi… (Nabi juga manusia atau bukan sih?)
Ah. Nasib di tangan Tuhan, bukan di tangan seorang Nabi, apalagi di ceker burung atau ayam. Tapi sebagai pencegahan, alangkah bijaksananya jika saya mulai mencari obat penangkalnya dan menyediakannya di kotak obat di rumah. Beberapa artikel yang saya baca menyinggung sebuah nama obat yang telah dipercaya dapat mencegah dan menyembuhkan flu burung. Tapi saya bingung, karena beberapa situs menyebut-nyebut nama Tamiful, sementara situs yang lain menamakannya Tamiflu. Mungkin yang benar adalah “Tamiflu”. “Tamiful” terdengar aneh di telinga saya yang “sok sensi”
Koq rasanya seperti singkatan dari “Chintami is a fool” atau “Trie Utami is foolish”. Hehe.
Menurut Wikipedia Indonesia:
Oseltamivir adalah sebuah obat antiviral, sebuah inhibitor neuraminidase yang digunakan dalam penanganan influensa A dan B, dan banyak dikenal sebagai obat yang dianjurkan untuk menangani flu burung. Oseltamivir dikembangkan oleh Gilead Sciences dan saat ini dijual oleh Roche dengan merek dagang Tamiflu®.
Di Indonesia, pemerintah Indonesia mempunyai hak istimewa untuk memroduksi Tamiflu, namun hanya untuk keperluan pemerintah, bukan komersial.
Saya kurang paham, apa maksudnya “hanya untuk keperluan pemerintah, bukan komersial.” Apakah artinya tidak bisa kita beli di apotik untuk pencegahan di rumah?
Mohon pencerahannya…
Bangsa burung yang dianggap lemah, ternyata dapat begitu menakutkan. Makanya, jangan meremehkan rakyat kecil dan orang yang pendek (seperti saya)…

… meskipun saya tidak seterkenal, sekuning, sebotak dan sefiktif Tweety The Bird
Semoga anda dan keluarga sehat senantiasa, dan diberkahi umur panjang. Amin.




Apa mungkin karena keserakahan manusia ? Ini hanya mungkin lho, gak nuduh, wong saya jugak manusia.
Begitu juga tentang Tamiflu yang “hanya untuk keperluan pemerintah, bukan komersial”.
Kalimat pendek tersebut terlalu lebar penafsirannya.
Beda misalnya kalimat: obat tersebut dapat dibeli masyarakat di apotik terdekat, bukan untuk komersial, tidak boleh dijual belikan ulang atau obat tersebut hanya untuk keluarga pegawai pemerintah, bukan dijual untuk umum, atau obat gratis, bukan komersial. Diberikan bila ada korban berdasarkan hasil investigasi pemerintah.
Hahhhh, koq saya sendiri jadi bingung …
Ahh burung dan unggas lain ternyata bisa menakutkan …
Burung kakatua
Hinggap di Jendela
Nenek beli dua
bersama Penyakitnya..
Burung.. selalu memiliki 2 perpektif, menguntungkan (positif) dan menrugikan (negatif)
Burung Positif: Selalu bergerak setiap pagi memberi warna ceria dengan kicauannya, bertempat di alam bebas.
Burung Negatif: Selalu bergerak hanya pada waktu malam, tidak peduli tempat, yang penting puasss….ahh.
Kalau di kampung saya terkenal bukan flu burung, tetapi burung flu / burung pilek. Burung yang mengeluarkan ingus.
spertinya mreka ga bepikir, akibatnya khan burung sekota dibakar semua. 1 manusia berarti 1000 burung gantinya, eh 1001 ding kalo lakilaki…’duh
kalo gitu, kita sebaiknya segera minta ma’af ke bangsa burung dan sanak saudaranya…
fgfdfwgkaghrkekjahnejglrelhghhfhwhsjahdkhdalhHDLSFGGGKGGgghdgfhskhgjkgjskghffhgsfhsffhg
vgfdhghsaf