The Daily Mirror

Yet another blog that thinks it’s a newspaper.

Ditemukan: (Serpihan) Adam Air 737-400

Sepanjang siang dan sore tadi, mata saya terparkir di depan layar televisi. Kabarnya: Serpihan pesawat Adam Air telah ditemukan. Kabar yang memberi harapan baru kepada banyak orang. Kabar yang membuat sepotong bagian sayap pesawat tersebut menjadi selebriti dalam sehari.

Ada dua hal “lucu” yang sempat masuk ke dalam pikiran saya sepanjang siang dan sore ini:

  1. Ternyata, yang pertama menemukan bagian dari ekor pesawat, bukan anggota tim SAR, maupun anggota bala bantuan dari Amerika Serikat, Singapura dan Kanada — melainkan anak nelayan yang awalnya bingung dengan hasil temuannya itu.
  2. Optimisme keluarga korban. Wajar kalau mereka masih mengharapkan bahwa orang terkasih yang ada dalam pesawat naas itu masih hidup, tapi bukankah optimisme yang berlebihan justru akan lebih mengecewakan nantinya?

Mukjizat memang masih berlangsung, tetapi mengingat begitu banyaknya keluarga yang optimis, hal ini malah membuat saya sedih…

Saya sempat bertanya pada sejumlah teman: Jika seandainya keluarga atau sahabat kita yang ada di dalam pesawat tersebut, apakah lebih baik jika mayat keluarga atau sahabat kita itu ditemukan dalam keadaan hancur, atau lebih baik jika jasadnya tidak ditemukan sama sekali?

Saya pribadi lebih cenderung memilih kemungkinan yang kedua. Tidak terbayang rasanya jika seumur hidup terus harus dibayangi pandangan yang sangat menghancurkan hati. Mungkin saya akan lebih rela membawa mati rasa penasaran saya jika keluarga atau sahabat saya hilang tanpa tahu rimbanya, tetapi itu jauh lebih sehat buat jiwa saya…

January 11, 2007 Posted by Gabrielle | Berita Utama | | No Comments Yet

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Technorati Profile

January 11, 2007 Posted by Gabrielle | Berita Utama | | 1 Comment